Sinergi Kemenparekraf dan BRIN: Memperkuat Riset dan Inovasi untuk Akselerasi Ekonomi Kreatif Nasional
Jakarta, 10 September 2025 – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara resmi mengukuhkan sebuah kolaborasi strategis yang vital bagi masa depan perekonomian Indonesia. Inisiatif kerja sama ini berfokus pada penguatan fondasi riset dan inovasi di sektor ekonomi kreatif (ekraf), sebuah langkah proaktif yang ditujukan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekraf yang kini semakin diakui sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.
Kemitraan antara dua lembaga strategis ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memanfaatkan potensi luar biasa dari sektor ekonomi kreatif. Dengan dukungan riset dan inovasi yang solid, diharapkan ekraf tidak hanya menjadi penopang ekonomi, tetapi juga pendorong utama dalam menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan daya saing bangsa di kancah global. Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan visi Indonesia sebagai negara yang berdaya saing tinggi melalui kekayaan intelektual dan kreativitas.
Ekonomi Kreatif: Tambang Baru Indonesia
Pentingnya sektor ekonomi kreatif sebagai tulang punggung perekonomian masa depan ditegaskan oleh Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya. Dalam keterangan tertulisnya usai menerima audiensi Kepala BRIN Laksana Tri Handoko pada Rabu, 10 September 2025, Menteri Riefky menyatakan, “Kita harus memetakan potensi ekonomi kreatif. Inilah tambang baru Indonesia, the new mining: creative economy.” Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa kekayaan kreativitas dan inovasi kini setara bahkan melampaui sumber daya alam konvensional sebagai pendorong kesejahteraan nasional.
Pandangan tersebut bukan tanpa dasar. Ekonomi kreatif memiliki kapasitas untuk menciptakan nilai ekonomi yang tinggi dengan modal relatif lebih kecil dibandingkan industri ekstraktif. Melalui pengembangan ide, teknologi, dan budaya, sektor ini mampu menghasilkan produk dan layanan inovatif yang relevan dengan kebutuhan pasar global, sekaligus memperkuat identitas budaya bangsa. Oleh karena itu, investasi dalam riset dan inovasi di sektor ini adalah investasi jangka panjang yang sangat strategis.
Memperkuat Ekosistem Riset untuk 17 Subsektor Ekraf
Kolaborasi Kemenparekraf dan BRIN dirancang untuk memperkuat ekosistem riset yang mendukung pengembangan seluruh 17 subsektor ekraf, dengan fokus khusus pada tujuh subsektor prioritas. Menteri Riefky menjelaskan bahwa melalui pemetaan berbasis riset yang sistematis, potensi-potensi unik yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia akan dapat teridentifikasi secara lebih akurat. Hasil pemetaan ini kemudian dapat diintegrasikan secara langsung dengan asosiasi industri, komunitas kreatif, dan pemerintah daerah, memastikan relevansi dan keberlanjutan program pengembangan.
Integrasi data dan inovasi dengan ekosistem ekraf merupakan kunci agar hasil riset tidak hanya berhenti di tingkat konseptual, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata dan langsung bagi para pelaku industri. “Data dan inovasi nantinya akan disinergikan dengan ekosistem ekraf agar terus relevan dan memberi manfaat langsung,” tambah Menteri Riefky, menekankan pentingnya pendekatan yang holistik dan terapan dalam setiap program yang dijalankan.
Cakupan Kerjasama yang Komprehensif dan Strategis
Kerja sama antara Kemenparekraf dan BRIN mencakup berbagai aspek krusial yang esensial untuk kemajuan sektor ekonomi kreatif. Pertama, pemanfaatan fasilitas riset secara optimal, yang akan memungkinkan para peneliti dan pelaku ekraf untuk mengakses sumber daya dan infrastruktur riset terkini. Kedua, penguatan perlindungan kekayaan intelektual (KI), sebuah pilar penting untuk memastikan inovator dan kreator mendapatkan pengakuan dan keuntungan yang layak dari karya-karya mereka, sekaligus mendorong iklim inovasi yang lebih kondusif.
Ketiga, pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di sektor ekraf. Peningkatan kapasitas dan keterampilan para pelaku industri kreatif melalui program pelatihan dan pendidikan berbasis riset akan memastikan mereka siap menghadapi tantangan dan peluang di era digital. Diharapkan, langkah-langkah komprehensif ini tidak hanya akan memperkuat kapasitas masing-masing lembaga, tetapi juga secara signifikan meningkatkan daya saing ekraf di seluruh penjuru Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.
BRIN sebagai Enabler Inovasi: Menjembatani Teknologi dan Budaya
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, menyambut baik inisiatif kolaborasi ini dan menegaskan kesiapan lembaganya untuk mendukung penuh roadmap riset ekonomi kreatif tahun 2025. Handoko menyampaikan bahwa BRIN siap berperan sebagai 'enabler' atau fasilitator yang menjembatani dua kutub utama dalam ekonomi kreatif, yaitu yang berbasis teknologi dan yang berbasis budaya. "Ekonomi kreatif berbasis teknologi memiliki peluang jangka panjang, sementara ekraf berbasis budaya juga penting. Kami siap menjadi enabler yang menjembatani keduanya," ujarnya.
Lebih lanjut, Handoko juga menyoroti potensi riset turunan di sektor pertanian yang saat ini menjadi fokus BRIN. Menurutnya, hasil-hasil riset di bidang pertanian ini dapat dikelola dan diberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bila disinergikan dengan ekosistem ekraf. Hal ini membuka peluang baru bagi pengembangan produk kreatif berbasis agrikultur, seperti fesyen dengan material alami, kriya dari hasil pertanian, atau inovasi pangan yang menarik, menciptakan lingkaran ekonomi yang saling menguntungkan.
Penguatan Implementasi Asta Ekraf untuk Daya Saing Nasional
Kemenparekraf memandang kolaborasi dengan BRIN ini sebagai penguatan krusial dalam implementasi program Asta Ekraf. Program Asta Ekraf adalah inisiatif strategis yang meliputi penguatan data, talenta, infrastruktur, pendanaan, dan pasar di sektor ekonomi kreatif. Sinergi ini akan secara spesifik diarahkan untuk meningkatkan daya saing subsektor prioritas seperti gim, aplikasi, fesyen, kriya, musik, hingga seni pertunjukan. Dengan fondasi riset yang kuat, diharapkan setiap aspek Asta Ekraf dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Melalui sinergi antara riset dan kebijakan yang terencana, pemerintah optimistis bahwa kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap berbagai indikator makroekonomi akan terus meningkat. Hal ini mencakup peningkatan signifikan pada Produk Domestik Bruto (PDB), volume ekspor, investasi di sektor kreatif, serta penyerapan tenaga kerja. Peningkatan ini tidak hanya mencerminkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan kesejahteraan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Kesimpulan
Audiensi penting antara Kemenparekraf dan BRIN yang dihadiri oleh pejabat tinggi dari kedua lembaga, termasuk Deputi Kebijakan Pembangunan BRIN Anugerah Widianto, Direktur Penguatan Kemitraan Infrastruktur Riset dan Inovasi Joannes Ekaprasetya Tandjung, serta Peneliti Senior Asep Riswoko dari pihak BRIN; dan Sekretaris Menteri Dessy Ruhati, Deputi Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi, serta jajaran pejabat eselon I–III dari Kemenparekraf, menandai komitmen serius terhadap kolaborasi ini.
Sinergi antara Kemenparekraf dan BRIN merupakan langkah progresif dan visioner dalam mengakselerasi potensi ekonomi kreatif Indonesia. Dengan fokus pada riset, inovasi, perlindungan kekayaan intelektual, dan pengembangan SDM, kemitraan ini diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pusat inovasi kreatif global. Masa depan ekonomi kreatif Indonesia tampak semakin cerah dengan dukungan kolaborasi strategis semacam ini, menjadikannya 'tambang baru' yang terus menggali kekayaan ide dan kreativitas bangsa untuk kesejahteraan bersama.
TAGS: Kemenparekraf, BRIN, Ekonomi Kreatif, Riset, Inovasi, Kolaborasi, Pertumbuhan Nasional, Asta Ekraf
Comments
Post a Comment